Pre-wedding ialah dokumentasi pra nikah yang nantinya akan digunakan dalam undangan pernikahan atau dipajang di tempat berlangsungnya pernikahan. Tentunya, setiap pasangan sangat menunggu giliran mereka untuk melakukan prewedding dan ingin memberikan hasil yang terbaik pada saat momen tersebut. Banyak juga dari para pasangan yang memiliki konsep unik untuk prewedding impian mereka. Salah satunya adalah pasangan yang melakukan prewedding di Bromo yang diketahui bernama Hendra Purnama dan Pratiwi Mandala.
Diketahui, negara mengalami kerugian sangat besar akibat ulah pasangan yang melakukan prewedding dengan membawa flare hingga memicu kebakaran di kawasan Gunung Bromo. Didapati, biaya yang dikeluarkan untuk memadamkan api kebakaran ini cukup besar, yakni memakan biaya kurang lebih sampai miliaran rupiah hingga dikerahkan 2 buah helikopter Super Puma untuk melakukan water bombing, kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Melihat dari kondisi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang dilalap api, hal ini bisa berefek bagi para pelaku usaha pariwisata. Mereka terancam gulung tikar karena penutupan akses masuk dari 4 wilayah menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru membuat lumpuhnya aktivitas wisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengatakan kebakaran Gunung Bromo sangat berdampak pada jumlah wisatawan di kawasan tersebut. Sandiaga mengatakan okupansi hotel turun 80% akibat kebakaran yang dipicu oleh wisatawan yang mengambil foto prewedding menggunakan flare. Sandiaga mengatakan, pihaknya menargetkan 1,2 miliar pergerakan pariwisata domestik sepanjang tahun 2023. Namun, kebakaran Gunung Bromo memberikan dampak yang signifikan terhadap pergerakan pariwisata di wilayah tersebut. Sandiaga juga mengatakan bahwa tingkat okupansi hotel di kawasan Bromo mengalami penurunan. Biasanya setiap hari di atas 50%, kini di bawah 50%. Sektor pariwisata yang satu ini juga begitu terpukul dengan kebakaran Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, ratusan supir pengemudi Jeep yang biasa mengangkut wisatawan kini menganggur. Khususnya di wilayah Tosari, Kabupaten Pasuruan, kondisi kini sepi seperti penutupan. "Selama pintu Wonokitri ditutup, tidak ada tamu sama sekali. Jeep sepi, home stay sepi," kata pengurus paguyuban Jeep Bromo Brang Kulon, Tosari, Kabupaten Pasuruan, Adi Cakra kepada Tim, Selasa (12/9/2023). Menurut Adi, jumlah armada Jeep di Bromo Brang Kulon mencapai 360 unit. Ratusan Jeep itu tidak beroperasi. Saat terjadi kebakaran Bromo, supir pengemudi Jeep memilih melakukan operasi di ladang. Selain itu, mereka juga membantu memadamkan api. Biasanya, setiap Jeep bergerak rata-rata sekali sehari. Pada akhir pekan, beberapa Jeep mungkin tiba dua kali.
Secara faktual realistis, melalui penelitian kebakaran pada Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akibat dari acara prewedding pasangan Hendra Purnama dan Pratiwi Mandala yang menggunakan konsep ‘Flare Prewedding’ dapat diketahui bahwa hal sederhana yang kita lakukan tanpa disangka dapat merugikan sangat amat banyak hal di sekitar. Hal ini dapat dilihat dari seberapa banyaknya pihak yang dirugikan, seperti para supir pengemudi Jeep yang kehilangan para wisatawan yang biasa diangkut di daerah Bromo dan menurunnya okupansi hotel atau pun home stay kurang lebih dari setengah pada jumlah biasanya. Hasil survey yang dilakukan juga menunjukkan kerugian negara yang besar, didengar sampai 1.2 miliar rupiah dan habiskan 27 hektare hutan Bromo yang hangus dilahap si jago merah.
Sumber: https://www.detik.com/tag/kebakaran-bromo/?sortby=time&page=1
Oleh : Septiana Ramadhania.
(Artikel ini dibuat oleh pemenang lomba artikel dalam rangka Anniv jurnalistik). Selamat bagi pemenang 👏🏻

Komentar
Posting Komentar