PPI singkatan dari purna paskibaraka Indonesia yang merupakan organisasi yang beranggotakan mereka yang pernah bertugas sebagai anggota Paskibraka pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi atau nasional. Menjadi seorang anggota PPI itu tidak mudah dan banyak yang harus dilewati. Banyak yang ingin masuk ke anggotaan PPI karena terinspirasi dari banyak hal. Sebagai contoh dari murid SMAN 9 TAMBUN SELATAN yaitu Kamila Dewi Syazwina dan Humbas, Ralfy Rafael.
Mereka termotivasi untuk mengikuti PPI karna berawal dari melihat paskibra yang mengibarkan bendera pada saat acara kemerdekaan dan merasa tertarik untuk mencoba. Akhirnya mereka memberanikan diri untuk mengikuti seleksi tersebut, meskipun belum ada persiapan sama sekali karena keinginannya untuk mengikuti seleksi tersebut masih maju mundur. Untuk latihan PBB seperti lari, push up, back up, shuttle run dan untuk materi tentang Kewarganegaraan yang di pelajarinnya.
Mereka terinsipirasi dari seorang PPI yang ada di Televisi. Seorang paskibraka harus memiliki kedisiplinan yang baik dan penampilan yang rapih dikarenakan disiplin membuat menjadi tepat waktu dan tidak lelet dan untuk kerapihan selalu paling dilihat. Kesulitan yang dihadapi selama latihan yaitu lari dan kesulitan saat pelaksanaan seleksi paskibra yaitu bersaing dengan sekolah lain yang lebih keren. Tempat pelaksanaan seleksi paskibra tingkat Kabupaten yaitu di Pemerintah Daerah Cikarang Kabupaten Bekasi.
Ada juga yang terinspirasi dari senior yang merupakan purna paskibaraka tingkat kabupaten bekasi tahun 2021. Pada proses seleksi persiapan juga butuh dukungan dan semangat dari orang-orang terdekat. Adanya kualitas juga penting dalam keanggotaan di paskibraka ini menurut Humbas, Ralfy Rafael sikap yaitu tanggung jawab, tegas, berwibawa dan mempunyai kepemimpinan yang cukup bagus. Pastinya proses dalam seleksi juga ada rasa gugup dan tekanan dan begini menurut Humbas, Ralfy Rafael cara mengatasinya dengan cara memotivasi diri sendiri seperti "Ayo saya pasti bisa menjalani tes ini" dan juga dibarengin berdoa.
pengalaman yang dia dapatkan cukup bagus, karena dia bercita-cita masuk ke sekolah kedinasan. jadi pengalaman ini bisa dibilang mirip-mirip dengan seleksi kedinasan itu. Momen yang dia dapatkan pada saat tes kesehatan, ada paskibraka tingkat nasional tahun 2023 dari Kabupaten Bekasi yang menghampiri dia dan mengobrol. paskibra tersebut menanyakan nama dan asal sekolah, lalu menanyakan asal dari mana, dia pun memberi tau asalnya yaitu Manado. Setelah itu paskibraka tersebut mengeluarkan handphone untuk memotret humbas. Humbas pun kaget dan bertanya kenapa dia difoto. paskibraka tersebut bilang kalau foto tersebut ingin dikirim ke temannya yang kebetulan dari Manado. Nah untuk pencapaian yang besar yaitu saya bisa lolos menjadi paskibraka tingkat kabupaten bekasi. "Untuk membagi waktu latihan paskibra dengan kegiatan lainnya dia belum memiliki trik atau cara khusus, jadi untuk paskibra belum intensif dan juga latihan di hari minggu masih tidak terlalu ribet untuk mengatur waktunya"
Yang bisa membedakan paskibra dengan organisasi lainnya mungkin untuk paskibra sendiri dia merasa untuk jiwa kebersamaannya lebih ada, untuk menemukan sesuatu yang lebih dari paskibra. Dia mempunyai harapan agar bisa berdinas di tanggal 17 Agustus nanti dengan baik dan sukses. Tidak hanya itu, dia juga mempunyai rencana yaitu apa yang dia dapatkan dalam pelatihan ini agar bisa dia salurkan ke junior-junior nanti.
Komentar
Posting Komentar