Hai, guys! Kali ini pada hari Jumat 14 November 2025 kita ngobrol santai bareng Syahla Novelisa Sauzan dan Fani Afnan Janati. Mereka adalah salah satu anggota dari Ekstrakulikuler Arts Club divisi modern dance, dan pastinya mereka udah sering banget muncul di berbagai kompetisi modern dance. Penampilannya di panggung selalu memukau, penuh energi, dan terlihat sangat tenang.
Nah, dari hasil obrolan kita, ternyata ada banyak rahasia seru di balik panggungnya lho. Penasaran nggak sih, gimana cara mereka menjaga mentalnya tetap on point dan anti stres saat tekanan lomba memuncak? Mulai dari cara menghadapi rasa gugup, mencari idola yang menginspirasi, sampai ritual unik yang cuma mereka yang tahu, semuanya bakalan kita bahas tuntas di artikel ini. Yuk, langsung aja kita simak cerita lengkapnya!
Wajar banget nggak sih kalau kita penasaran tentang mereka pernah merasa down atau nggak yakin sebelum tampil?
Lisa menjelaskan bahwa sebisa mungkin dia nggak mau sampai stress. Alasannya simpel, stress cuma akan mengganggu performa dan fokus. Kuncinya adalah melatih diri untuk tetap profesional, tenang, dan bisa mengendalikan emosi.
Lalu, bagaimana dengan gugup? Lisa mengatakan, "Gugup itu hal yang sangat wajar sekali ketika ingin tampil di depan banyak orang." Tapi, dia nggak mau perasaan itu berubah jadi nggak yakin, karena sudah latihan maksimal, ia juga mengatakan bahwa kita harus yakin dan percaya dengan usaha kita sendiri supaya hasilnya juga maksimal.
Sebagai penari yang aktif, tentu ada idola atau inspirasi yang mendorong semangat.
Lisa sangat terinspirasi oleh Royal Family Worldwide grup. Sementara itu, Fani mengidolakan boyband Korea, Seventeen.
Selanjutnya, siswi berprestasi bernama Fani Afnan Janati juga diwawancarai untuk dimintai pendapatnya:
"Biasanya sebelum naik ke atas panggung, aku makan makanan manis untuk boost energi, seperti permen dan madu, supaya bisa nambah fokus, nambah staminna, dan mencegah nervous."
Ketika ditanya mengenai momen yang pernah terjadi waktu nervous, Fani tidak ragu membagikan pengalamannya.
“Saat bawain dance, aku pernah tiba-tiba lupa gerakan. Jadi langsung buru-buru nyamain gerakan. Walaupun sempat ada rasa malu di akhir." tambahnya sambil tersenyum.
Nurul kemudian menanyakan bagaimana Fani menjaga stamina sebelum tampil, terutama saat membawakan dance dengan power cukup besar.
“Harus atur power dan nyari celah buat ngatur napas waktu tampil. Sorakan dan dukungan dari penonton juga berpengaruh banget. Karena pas dengar dukungan, capeknya kayak hilang, dan makin semangat buat nunjukin yang terbaik buat penonton,” jelasnya dengan penuh antusiasme.
Nah, ini guys bagian yang unik dan seru. Ternyata sebelum tampil, Lisa punya kebiasaan khusus bareng timnya. Setelah pemanasan, mereka punya ritual saling tepuk-tepuk badan secara bergantian mulai dari pundak sampai kaki. Ritual ini dilakukan supaya jantung bekerja dan aliran darah jadi lancar. Tujuannya bikin mereka lebih semangat dan fokus saat nanti harus tampil di atas panggung.
Semua latihan keras akan terbayar lunas kan guys apalagi pada saat nama kita dipanggil sebagai pemenang. Lisa menceritakan momen itu dengan gembira. "Perasaannya pasti kaget banget, terus seneng dan bersyukur," kata Lisa.
"Karena akhirnya rasa jerih payah kita selama latihan akhirnya terbayar juga." Momen kemenangan memang selalu jadi bukti nyata dari kerja keras di balik layar.
Nah, kita juga sempat menanyakan sama mereka yang menjadi partner dance yang solid banget, mereka punya rahasia lho biar chemistry di atas panggung itu benar-benar menyatu.
"Yang buat kita solid itu saling menaruh rasa percaya, saling ngerti ego masing-masing dan nurunin juga. Mungkin karena satu frekuensi juga jadi solid banget." Jawab Fani.
Fani menambahkan bahwa mereka sudah menjadi partner lebih dari satu tahun. Waktu yang lama itu membantu mereka untuk lebih saling mengerti satu sama lain, alhasil mereka jadi lebih solid dan kompak di atas panggung maupun saat latihan.
Lewat cerita yang dibagikan Lisa dan Fani, dapat kita lihat bahwa setiap penampilan di atas panggung bukan hanya soal teknik, tetapi juga keberanian, persiapan, dan ketulusan untuk memberikan yang terbaik. Semoga pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berlatih, dan percaya diri. Semoga kisah inspiratif dari Lisa dan Fani ini bisa memotivasi kamu semua ya! Sampai ketemu di obrolan seru lainnya!
Komentar
Posting Komentar